MAKALAH
PERJALANAN BISNIS
Nama
: Siti Aysah
Kelas XII AP 1
Tahun 2016/2017
KATA PENGANTAR
Puja dan
puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,karena berkat rahmat dan
karunia-NYA, Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah “ Perjalanan
Bisnis “dengan lancar dan sebaik-baiknya.
Dalam
penyusunan laporan kaerya wisata ini, tidak lupa penulis mengucapkan terima
kasih kepada Bapak/Ibu Guru Pembimbing dan Semua pihak yang telah memberikan
dukungan,Keterangan dan informasi
sehingga penulis dapat menyelesaikan Pembuatan Makalah Perjalanan Bisnis
ini
Penulis
telah berusaha dengan segala kemampuan dalam
menyusun laporan ini. Namun penulis menyadari bahwa laporan ini masih
jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari
berbagai pihak yang bersifat membangun demi kesempurnaan Makalah ini.
Akhirnya
penulis berharap semoga laporan ini berguna bagi penulis khususnya dan bagi
para pembaca pada umumnya.
Jatisrono, Oktober 2016
Penulis
DAFTAR ISI
|
Halaman Judul
|
|
|
|
Kata Pengantar
|
|
|
|
Daftar isi
|
|
|
|
BAB
I
|
PENDAHULUAN
|
|
|
|
1.
Latar Belakang
|
|
|
|
2.
Tujuan
|
|
|
| ||
|
|
||
|
BAB
II
|
PEMBAHASAN
|
|
|
|
1.
Pengertian Perjalanan Bisnis
|
|
|
|
2.
Macam-macam Perjalanan Bisnis
|
|
|
|
3.
Tujuan Perjalanan Bisnis
|
|
|
|
4.
Tata Cara Pelaksanaan Perjalanan Bisnis
|
|
|
BAB III
|
PENUTUP
|
|
|
|
1.
Kesimpulan
|
|
|
| ||
|
|
||
BAB
I
PENDAHULUAN
I.
LATAR BELAKANG
Perjalanan dinas pimpinan biasanya dilakukan karena berbagai kepentingan,
antara lain karena adanya pelaksanaan pengawasan di kantor cabang atau
perusahaan cabang, seminar, diklat, tender, janji perusahaan, penjajakan
kerja sama, menghadiri acara ceremonial, kegiatan social dan kegiatan lainnya.
Sehubungan dengan perjalanan bisnis tersebut, pimpinan tidak perlu
mempersiapkan sendiri segala sesuatunya lagi karena adanya administrasi kantor
atau sekretaris, seorang sekkretaris harus memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang salah satunya adalah pengaturan perjalanan bisnis.
II.
TUJUAN
1. Memberikan pengetahuan mengenai perjalanan bisnis.
2. Memberikan pengetahuan mengenai macam-macam perjalanan bisnis.
3. Memudahkan kita dalam mempersiapkan rencana perjalanan bisnis.
4. Memudahkan kita dalam mempersiapkan dokumen perjalanan bisnis.
5. Memudahkan kita dalam mempersiapkan transportasi dan akomondasi perjalanan
bisnis.
6. Memudahkan kita dalam mempersiapkan daftar dan pembiayaan perjalanan
bisnis.
BAB II
PRMBAHASAN
1. PENGERTIAN PERJALANAN BISNIS
Perjalanan bisnis adalah perjalanan
kesuatu tempat kerja yang berbeda yang ditentukan oleh perusahaan. Perjalanan
bisnis dilaksanakan oleh pimpinan berkaitan dengan tugas dalam jangka waktu
tertentu.
Perjalanan bisnis perlu dipersiapkan dengan sebaik mungkin oleh administrasi
kantor atau sekretaris, sebagai asisten impinan perusahaan yang mempunyai tugas
untuk mengurus keperluan pimpinan, mulai dari keberangkatannya sampai
kepulangannya.
Untuk dapat mempersiapkan perjalanan bisnis, seorang administrasi kantor atau
sekretaris harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan tentang semua hal yang
berkaitan dengan pengaturan perjalanan bisnis secara cermat, teliti dan rapih,
sehingga selama perjalanan bisnis tidak akan menemui kendala yang berarti.
2. MACAM-MACAM PERJALANAN BISNIS
Ditinjau dari segi wilayah Negara tujuan,
perjalanan bisnis dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1. Perjalanan bisnis dalam negeri
a. Perjalanan bisnis antarkota dalam satu
provinsi
b. Perjalanan bisnis antarprovinsi
2. Perjalanan bisnis luar negeri atau atau
perjalanan antarnegara
3. TUJUAN PERJALANAN BISNIS
Ada beberapa tujuan adari perjalanan bisnis,
antara lain :
1. Perjalanan bisnis untuk mengikuti tender
proyek. Pimpinan harus memahami persyaratan dan mekanisme tender yang diadakan.
Hal yang perlu dipersiapkan dalam perjalanan bisnis ini adalah proposal Surat
Penawaran Harga ( SPH ) yang berisi persyaratan teknis dan persyaratan
administrasi serta company profile.
2. Perjalanan bisnis untuk mengikuti
pertemuan bisnis dengan maksud mengadakan penjajakan kerja sama peluang bisnis
dengan perusahaan lain. Hal yang perlu dipersiapkan oleh pimpinan antara lalin
adalah materi kerja sama yang berisi tujuan kerja sama, bentuk kerja sama, dan
mekanisme pembagian keuntungan ( profit sharing ).
3. Perjalanan bisnis untuk mengikuti
seminar atau rapat kerja nasional. Hal yang perlu dipersiapkan oleh pimpinan
adalah mempelajari materi rapat atau makalah seminar secara cermat yang
biasanya sudah ditentukan dan terlampir dalam undangan seminar.
4. Perjalanan bisnis untuk mengikuti Rapat
Umum Pemegang Saham ( RUPS ). Pimpinan harus memahami hak dan kewajiban
pemegang saham dan mempersiapkan materi yang sudah diterima oleh para pemegang
saham.
5. Perjalanan bisnis untuk melakukan
pembukaan kantor atau perusahaan cabang. Hal yang perlu dipersiapkan adalah
company profile untuk keperluan pembuatan akta notaris pendirian cabang
perusahaan, serta orang yang akan dipersiapkan sebagai pemimpinan cabang.
6. Perjalanan bisnis untuk mengikuti
pendidikan dan pelatihan diklat. Pimpinan harus mempersiapkan buku-buku
referensi dan makalah diklat.
7. Perjalanan bisnis untuk mengadakan
kunjungan kerja ke daerah-daerah maupun ke Negara lain. Pimpinan harus dapat
merumuskan dengan jelas apa yang menjadi tujuan dan sasaran atas kunjungan
tersebut.
4. TATA CARA PELAKSANAAN PERJALANAN BISNIS
Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mengurus dan mempersiapkan segala
sesuatu yang berkenaan dengan melakukan perjalanan bisnis, yaitu :
1. In House Travelling Department ( Divisi
Perjalanan )
In House Travelling Department yaitu divisi atau
bagian di perusahaan yang khusus menangani perjalanan bisnis pada suatu
perusahaan dan bertanggung jawab mulai dari persiapan dokumen, mengurus tiket
dan hotel dimana pimpinan akan mengiap, serta keuangan dan pembiayaan selama
perjalanan bisnis. Meskipun ada divisi perjalanan yang mengurus perjalanan
pimpinan, administrasi kantor atau sekretaris tetap perlu mempersiapkan dokumen
lainnya, seperti makalah atau buku referensi yang diperlukan, lalu menyimpannya
dalam satu map, dan membuat jadwal perjalanan atau daftar acara kegiatan (
itinerary ) untuk setiap kegiatan perjalanan pimpinan.
2. Travel Bureau ( Biro Perjalanan )
Saat ini sebagian perusahaan menggunakan jasa biro
perjalanan untuk mempersiapkan perjalanan bisnis karena lebih praktis dan tidak
merepotkan perusahaan. Dalam hal ini, administrasi kantor atau sekretaris harus
memilih biro perjalanan yang dapat dipercaya.
3. Administrasi Kantor atau sekretaris
Apabila pimpinan kantor sendiri yang meminta administrasi
Kantor atau sekretaris sendiri yang mempersiapkan perjalanan bisnisnya, maka
Administrasi Kantor atau sekretaris harus segera mempersiapkan segala sesuatu
yang berhubungan dengan perjalanan bisnis pimpinannya, seperti semua dokumen
perusahaan, mengurus paspor, visa, tiket, dan hotel yang disukai pimpinan. Agar
persiapan perjalan bisnis dapat dipertanggungjawabkan, seorang administrasi
Kantor atau sekretaris harus selalu berkoordinasi dengan pimpinan atau meminta
masukan atau petunjuk dari staf yang sudah berpengalaman dalam menangani
kegiatan perjalanan bisnis.
5. PERSIAPAN PERJALANAN BISNIS
Agar perjalanan bisnis pimpinan dapat berjalan lancar sesuai dengan yang
diharapkan, administrasi Kantor atau sekretaris harus selalu berkoordinasi dengan
pimpinan ketika mempersiapkan semua hal yang diperlukan dalam perjalanan
bisnis. Persiapan perjalanan bisnis pimpinan meliputi :
1. Persiapan rencana perjalanan bisnis
Dalam merencanakan perjalanan bisnis, administrasi
kantor atau sekretaris harus segera mengumpulkan informasi perjalanan (
travelling information ) secara lengkap mengenai peraturan perjalanan
bisnis di perusahaan tersebut. Informasi yang perlu dikumpulkan tersebut,
antara lain :
a. Siapa yang akan bertanggung jawab atas
perjalanan bisnis.
b. Tujuan utama perjalanan bisnis pimpinan.
c. Waktu atau jadwal yang pasti tentang
acara perjalanan bisnis yang meliputi keberangkatan, kedatangan, dan
persinggahan.
d. Prosedur tentang transportasi dan hotel
yang biasa dipakai, apakah pimpinan mempunyai pilihan menggunakan kelas utama
atau kelas ekonomi serta jenis hotel yang dikehendaki.
e. Jumlah uang perjalanan yang akan
diperoleh oleh seorang pimpinan.
f. Cara pemesanan ( reservation ) tentang
tiket pesawat dan hotel.
Ada beberapa
informasi yang harus diketahui oleh administrasi kantor atau sekretaris tentang
tiket, yaitu sebagai berikut :
1. Pembelian tiket
Jika perjalanan bisnis pimpinan dilaksanakan oleh
administrasi kantor atau sekretaris, pembelian tiket dapat langsung dibayarkan
di loket airlines ( perusahaan maskapai penerbangan ), tetapi jika pemesanan
dilakukan melalui jasa biro perjalanan, biaya tiket sudah termasuk juga seluruh
biaya, termasuk biaya ( fee ) untuk biro tersebut atau tiket dapat dipesan
melalui website dan pembayarannya dilakukan melalui kartu kredit.
2. Recorfirmation
Recorfimation ( konfirmasi ulang ), yaitu proses
penegasan kembali atau konfirmasi ulang tentang kapan pimpinan akan berangkat
dengan airlines ( perusahaan maskapai penerbangan ) tersebut.
3. Shuttle flights
Shuttle flights yaitu penerbangann pulang pergi dalam
suatu Negara. Penerbangan biasanya dilakukan setiap jam, sehingga tidak perlu
membuat reservation ( pemesanan ). Tiket dapat langsung dibeli di airport (
bandara ) dengan uang tunai atau dengan kartu kredit.
4. Perubahan pemesanan
Apabila rencana perjalanan bisnis mengalami perubahan
sebagian atau seluruhnya, maka administrasi kantor atau sekretaris harus segera
menghubungi pihak airlines untuk menginformasikan adanya perubahan pemesanan.
5. Open return
Open return yaitu tiket yang dipakai untuk perjalanan,
namun belum diketahui pasti kapan akan kembali.
6. Redeeming tickets
Redeeming tickets yaitu membatalkan tiket pesawat yang
sudah dibeli dan mendapattkan kembali uangnya setelah dipotong biaya
administrasi.
g. Costoms regulations ( peraturan
kepabeanan ). Sebelum berpergian keluar negeri. Administrasi kantor atau
sekretaris harus mencari tau tentang peraturan kepabeanan/bea cukai dari Negara
yang akan dikunjungi oleh pimpinan, seperti barang apa saja yang boleh masuk
kabin.
h. Baggage ( Bagasi ) yaitu tentang
ketentuan jumlah barang yang boleh dibawa ke kabin pesawat. Bagasi tidak boleh
melebihi ukuran dan berat yang telah ditentukan oleh perusahaan maskapai penerbangan
yang bersangkutan. Ketentuan umum batas berat barang ( baggage ) yang tidak
dikenai biaya, antara lain :
1. Economy class ( kelas ekonomi
) :
20kg
2. Business class ( kelas bisnis
)
: 30kg
3. First class ( kelas satu
)
: 40kg
i. Cara memperoleh penggantian ongkos
perjalanan.
j. Dokumen atau materi apa saja yang perlu
dipersiapkan.
2. Persiapan dokumen perjalanan bisnis
Dokumen perjalanan bisnis adalah suatu bukti tertulis
atau tercetak yang dapat memberikan keterangan bagi pimpinan ketika melakukan
perjalanan bisnis. Dokumen perjalanan bisnis dapat dikelompokkan menjadi dua
macam, yaitu :
a. Dokumen internal
Dokumen internal adalah dokumen yang diterbitkan oleh
perusahaan atau instansi yang bersangkutan. Dokumen internal meliputi :
1. Surat tugas
Surat tugas adalah surat yang dikeluarkan oleh pejabat
yang berwenang di perusahaan dan diberikan kepada seorang (bawahan) untuk
melakuka pekerjaan tertentu,
2. Surat Perintah Perjalanan Dinas ( SPPD )
Surat Perintah Perjalanan Dinas ( SPPD ) adalah surat
yang dikeluarkan oleh suatu instansi atau seseorang yang lebih tinggi
kedudukannya yang ditujukan kepada seorang ( bawahan )untuk melaksanakan
perjalanan dinas.
b. Dokumen eksternal
Dokumen eksternal adalah dokumen yang dikeluarkan oleh
instansi terkait dan digunakan untuk perjalanan bisnis, jenis-jenis dokumen
eksternal, antara lain :
1. Paspor ( Passport )
Paspor ( Passport ) adalah identitas warga negara yang
akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Paspor dapat digunakan berkali-kali
sepanjang masih berlaku atau masih ada lembar untuk exit permit. Masa
berlaku paspor adalah lima tahun. Paspor yang digunakan untuk perjalanan
kenegaraan diterbitkan oleh Departemen Luar Negeri, ssedangkan paspor
untuk umum yang tidak untuk perjalanan kenegaraan diterbitkan oleh kantor
imigrasi setempat.
a. Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk
membuat paspor, antara lain :
1. Kartu Tanda Penduduk ( KTP )
2. Kartu Keluarga ( KK )
3. Ijazah pendidikan terakhir
4. Surat keterangan ( SK ) Pengangkataan
pegawai
5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (
SKCK )
6. Akta kelahiran
7. Surat tugas dari instansi terkait
b. Pasppor berisi data, antara lain :
1. Nomor paspor
2. Nama pemegang paspor
3. Jenis kelamin
4. Kewarganegaaan
5. Tempat dan tanggal lahir
6. Tanggal dikeluarkannya paspor
7. Tanggal masa berlaku paspor
8. Kantor yang mengeluarkan paspor
9. Foto diri pemegang paspor
10. Alamat
11. Lembar untuk exit permit atau visa
c. Cara mendapatkan paspor,
Anda mengajukan permohonan, mengisi formulir, dan
menyerahkan dokumen yang telah disebutkan diatas ke kantor imigrasi setempat.
d. Macam-macam paspor
Ada bermacam-macam paspor, antara lain :
1. Paspor Biasa ( normal passport )
Paspor biasa adalah papor bersampul warna hijau.
Paspor jenis ini digunakan oleh masyarakat umum. Paspor biasa ini diperoleh di
kantor imigrasi setempat, ditulis dalam Bahasa Indonesia dan masa berlakunya
adalah lima tahun.
2. Paspor dinas
Paspor dinas adalah paspor yang bersampul warna biru.
Paspor jenis ini digunakan oleh pegawai atau pejabat pemerintah yang
melaksanakan tugas kenegaraan atau perjalanan dinas ke luar negeri. Pengurusan
paspor ini dilakukan di Kementerian Luar Negeri dan hanya untuk pejabat
pemerintah. Masa berlaku paspor tergantung dari keperluannya, pada umumnya satu
tahun atau lebih, ditulis dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
3. Paspor diplomatik
Paspor diplomatic adalah paspor bersampul warna hitam.
Paspor ini digunakan oleh pejabat diplomati, seperti duta besar atau
pejabat-pejabat tertentu kedutaan. Paspor diplomatic dikeluarkan oleh
Kementerian Luar Negeri. Ditulis dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
4. Paspor khusus
Paspor khhusus adalah paspor khusus untuk pejabat
United Nation ( PBB ). Ada dua macam paspor khusus, yaitu bersampul warna merah
unuk pejabat tinggi PBB dan bersampul warna biru muda unuk staf PBB.
e. Dokumen yang setara dengan Paspor
Selain paspor, ada beberapa dokumen perjalanan (
Travel document ) yang setara dengan paspor atau diakui sebagai paspor, antara
lain :
1. Sea man book
Dokumen ini dipergunakan oleh para pelaut selama
melaut, dengan dilengkapi surat jaminan dari perusahaan pelayaran.
2. Certificate of Identity
Dokumen ini dipergunakan oleh para pengungsi (
stateless persons ).
2. Visa
Visa adalah izin tinggal di suatu Negara untuk suatu
periode tertentu. Visa dikeluarkan oleh kedutaan besar atau oleh kantor
perwakilan dari Negara tujuan ( kantor konsulat ).
3. Surat keterangan fiscal
Fiscal adalah biaya pajak yang harus dibayar oleh
setiap warga Negara Indonesia yang akan berangkat keluar negeri. Jadi, surat
keterangan fiscal adalah surat keterangan pembayaran pajak yang dikeluarkan
oleh Direktorat Jendral Pajak kepada seseorang sebagai wajib pajak yang akan
berangkat ke luar negeri, kecuali orang yang dibiayai oleh pemerintah.
4. Exit permit
Exit permit adalah bukti dari imigrasi setempat bahwa
telah memasuki atau meninggalkan Negara yang bersangkutan. Bentuk exit permit
adalah berupa lembar kertas yang sudah distempel oleh kantor imigrasi kemudian
ditempel atau dilampirkan pada paspor. Masa berlaku exit pemit adalah tiga
bulan atau sesuai visa.
5. Sertifikat kesehatan ( health
certificate / yellow card )
Sertifikat kesehatan adalah surat keterangan
immunisasi untuk vaksinasi penyakit tertentu. Surat keterangan ini dapat
berubah tergantung epidemic penyakit yang menyerang suatu Negara tertentu.
Yellow Card ini dapat diambil di rumah sakit yang mempunyai lisendi WHO.
6. Tiket transportasi
Tiket transportasi merupakan media pemindahan dari
satu tempat ke tempat yang lain. Sebelum memilih jenis alat transportasi yang
akan digunakan, diperlukan beberapa pertimbangan khusus, antara lain sebagai
berikut :
a. Apabila tempat yang dituju dekat atau
lama perjalanan kurang dari tiga jam dengan kendaraan darat, sebaiknya tidak
menggunakan pesawat terbang tetapi menggunakan kendaraan kota, seperti bus atau
kereta api.
b. Apabila perjalaan darat lebih dari empat
jam, sebaikn ya menggunakan pesawat terbang.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembelian tiket
pesewat terbang, diantaranya :
1. Rute dan jurusan pesawat terbang yang
ditumpangi pimpinan.
2. Kelas penerbangan
3. Status penerbangan
4. Pengaturan tempat duduk ( seating
arrangement ), apakah :
a. Window seat ( tempat duduk dekat jendela
)
b. Middle seat ( te,pat duduk ditengah )
c. Front row ( tempat duduk dibaris depan )
5. Status tiket
a. Full farest/endorsable
Full farest merupakan tiket pesaawat yang tarifnya
paling mahal, karena dapat mengganti jadwal dan dapat mengganti pesawat( flight
) ke airlines ( pesawat maskapai penerbangan ) yang lain.
b. Nonendorsable
Tarifnya lebih murahdaripada endorsable, dimana dapat
mengganti jadwal penerbangan tetapi tidak dapat mengganti pesaawat ( flight )
ke airlines ( perusahaan maskapai penerbangan ) lain.
c. Restricted
Tiket jenis ini tidak dapat mengganti jadwal
penerbangan, tidak dapat mengganti flight, baik dari airlines ( perusahaan
penerbangan ) yang sama maupun airlines lain.
7. Voucher penginapan
Sebelum pimpinan berangkat melaksanakan bisnis,
sebaiknya administrasi kantor atau sekretaris harus sudah membeli voucher kamar
hotel, biasanya melalui biro perjalanan. Di dalam voucher sudah tercantum nama
pemesan, nama hotel, nomor kamar, tanggal masuk dan tanggal keluar.
3. Persiapan transportasi dan akomondasi
Untuk kemudahan dan kelancaran selama
pelaksanaan perjalanan bisnis, diperlukan persiapan transportasi dan akomondasi
( penginapan ) yang matang, simak uraian berikut :
a. Persiapan transportasi
Dalam mempersiapkan perjalanan bisnis pimpinan,
seorang administrasi kantor atau sekretaris diharapkan mampu menyusun
perencanaan jenis transportasi yang akan dipakai, yang didasarkan pada prinsip
efisiensi dan efektifitas, namun tetap sesuai dengan keinginan pimpinan, baik
menggunakan transportasi darat, laut, ataupun udara.
b. Jenis-jenis akomondasi
Jenis-jenis akomondasi, antara lain :
1. Hotel
Hotel yaitu penginapan yang dikelola secara komersial
dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah, dengan menyediakan
jasa pelayanan makan, minum, dan jasa pelayanan lainnya.
· Jenis hotel menurut letak bangunannya,
diantaranya :
a. Resort hotel : hotel yang berada di
kawasann objek wisata
b. City hotel : hotel yang dibangun di
wilayah perkotaan, dimana para tamunya sebagian besar melakukan kegiatan usaha
atau bisnis di wilayah tersebut.
c. Airport hotel : hotel yang dibangun
dekat dengan bandara, tujuannya untuk mmudahkan para tamu melakukan perjalanan
dengan menggunakan pesawat terbang.
d. Urban hotel : hotel yang dibangun di
pedesaan, tujuannya agar para tamu dapat menikmati suasana pedesaan.
e. Suburb hotel : hotel yang dibangun di
pinggir kota atau di kota satelit, dimana para tamunya melakukan kegiatan
rapat.
· Jenis hotel menurut lama waktu tamu
menginap, diantaranya :
a. Transit hotel : hotel yang digunakan
untuk menginap selama 1-2 hari
b. Resident hotel : hotel yang digunakan
sebagai tempat tinggal
c. Semi resident hotel : hotel yang
digunakan sebagai tempat tinggal sementara.
· Jenis hotel menurut penetapan tarif
kamar, diantaranya :
a. American plan : hotel yang merencanakan
harga kamar sudah termasuk biaya tiga kali makan.
b. European plan : hotel yang merencanakan
harga kamar tidak termasuk biaya makan.
c. Modified American plan : hotel yang
menetapkan harga kamar termasuk biaya dua kali makan.
d. Continental plan : hotel yang menetapkan
harga kamar sudah termasuk makan pagi secara continental.
e. Bermuda plan : hotel yang menetapkan
harga kamar sudah termasuk makan pagi secara American.
· Jenis hotel menurut jumlah tempat tidur,
diantaranya :
a. Single bedroom : kamar hotel dengan satu
tempat tidur untuk satu orang
b. Double bedroom : kamar hotel dengan satu
tempat tidur besar untuk dua orang.
c. Twin bedroom : kamar hotel dengan dua
tempat tidur untuk dua orang.
d. Family bedroom : kamar hotel dengan dua atau tiga kamar yang saling berhubungan, bisa
dengan kamar mandi sendiri-sendiri atau hanya satu kamar mandi untuk tiga kamar
tidur
e. Triple room : kamar yang dilengkapi
dengan double beds dan satu single beds atau bahkan dengan tiga single beds.
f. Solo used : satu kamar double room atau
twin room yang digunakan untuk satu orang.
g. Extra used : satu tempat tidur yang
dipakai untuk menambah tempat tidur disuatu kamar hotel.
h. Baby cot : tempat tidur mungil khusus
disediakan untuk bayi, bagi tamu yang membawa bayinya ke hotel.
· Jenis hotel menurut tingkatannya,
diantaranya :
a. Standard room : kamar hotel dimana
peralatan dan perlengkapan hotel terdapat dalam satu ruangan.
b. Suite room : kamar hotel yang memisahkan
ruang tidur dan ruang tamu.
c. Presidential suite room : kamar hotel
yang terdiri dari dua kamar tidur, dan dilengkapi dengan meja makan serta dapur
kecil.
· Jenis hotel menurut jumlah kamar hotel,
diantaranya :
a. Small hotel : jumlah kamar yang tersedia
maksimal sebanyak 28 kamar
b. Medium hotel : jumlah kamar yang
disediakan antara 28-299 kamar
c. Large hotel : jumlah kamar yang
disediakan lebih dari 300 kamar.
2. Motel
Motel yaitu penginapan yang dilengkapi dengan tempat
parker kendaraan yang terletak dekat kamar dan biasanya tertutup.
3. Hostel
Hostel yaitu tempat penginapan murah, biasanya
digunakan oleh mahasiswa atau karyawan yang sedang melaksanakan pendidikan dan
latihan ( diklat ). Didalam kamar hostel terdapat lebih dari enam tempat tidur.
4. Losmen
Losmen yaitu rumah penginapan yang hanya menyewakan
kamar, dan tamu tidak mendapatkan fasilitas makan.
5. Mansion
Mansion yaitu rumah besar yang disewakan.
6. Mess
Mess yaitu penginapan yang biasanya dibangun oleh
instansi tertentu dengan biaya sewa yang relative murah.
7. Bungalow
Bungalow yaitu penginapan yang berupa rumah-rumah
kecil yang digunakan untuk beristirahat di daerah wisata.
4. Persiapan daftar perjalanan bisnis (
itinerary )
Daftar perjalanan bisnis ( itinerary ) yaitu
sebuah rencana kegiatan yang akan dilakukan selama perjalanan bisnis, yang
merupakan kombinasi antara daftar perjalanan dan janji temu atau pertemuan.
Administrasi kantor atau sekretaris harus membuat lembaran daftar
perjalanan dalam rangkap empat, lembar pertama ( asli ) diserahka kepada
pimpinan, lembar kedua untuk wakil pimpinan, lembar ketiga untuk menejer atau
staf yang ditunjuk pimpinan, dan lembar yang keempat untuk administrasi kantor
atau sekretaris yang akan disimpan sebagai arsip perusahaan.
a. Membuat daftar perjalanan bisnis
Daftar perjalanan bisnis memuat hal-hal sebagai
berikut :
1. Waktu keberangkatan : hari, tanggal,
bulan, tahun, dan pukul.
2. Tempat tujuan perjalanan bisnis, nama
kota atau nama Negara untuk perjalanan ke luar negeri.
3. Jangka waktu perjalanan bisnis : jumlah
hari/minggu/bulan.
4. Jenis transportasi yang digunakan.
5. Tujuan perjalanan bisnis.
6. Kapan selesai atau tiba kembali
b. Kegunaan daftar perjalanan bisnis
Daftar perjalanan sangat diperlukan oleh pimpinan
ataupun administrasi kantor atau sekretaris. Kegunaan daftar perjalanan bisnis,
yaitu :
1. Untuk pimpinan sebagai pedoman dalam
melakukan perjalanan bisnis.
2. Untuk wakil pimpinan sebagai petunjuk
berapa lama menggantikan pimpinan.
3. Untuk administrasi kantor atau
sekretaris sebagai pedoman dalam menangani administrasi pimpinan selama pimpina
tidak di tempat.
5. Persiapan biaya perjalanan bisnis
Persiapan biaya perjalanan bisnis yaitu membuat
rencana anggaran biaya secara rinci yang mencakup jumlah biaya yang telah
dikeluarkan perusahaan untuk kepentingan pembiayaan selama perjalanan bisnis
pimpinan.
a. Jenis-jenis pembiayaan perjalanan bisnis
pimpinan.
Jenis-jenis pembiayaan perjalanan bisnis pimpinan, antara lain :
1. Biaya dokumen perjalanan, misalnya :
biaya pengurusan paspor, biaya fiscal, dan airportax, biaya exit permit, dan
biaya health certivicate.
2. Biaya transportasi, meliputi : biaya
transport pulang pergi, dan biaya transport local selama dalam perjalanan
bisnis.
3. Biaya akomondasi.
4. Biaya acarakontribusi pembiayaan
penyelenggaraan acara, misalnya : biaya seminar, biaya pelatihan.
5. Biaya meals entertainment yaitu biaya
yang digunakan untuk menjamu relasi
6. Biaya konsumsi.
7. Biaya lunsum atau perdien yaitu biaya
pengganti selama bekerja diluar perusahaan.
b. Macam-macam alat pembayaran
Selama biaya perjalanan bisnis pimpinan,administrasi
kantor atau sekretaris harus menyipkan beberapa alat pembayaran yang dipakai,
antara lain :
1. Uang tunai
Uang tunai adalah sesuatu yang diterima secara umum
sebagai alat tukar dan alat bayar.
2. Travelers Funds ( uang dalam bentuk lain
)
Travelers funds merupakan uang dalam bentuk lain yang
berguna untuk menjamin keamanan perjalanan pimpinan selama perjalanan bisnis.
Travelers funds dapat diperoleh di Bank dan bisasanya memilliki wujud sebagai
berikut
· Travelers cheque yaitu jenis cek dengan
jumlah nominal yang berbeda-beda, dengan jumlah nominal yang relative kecil.
· Letter of credit (L/C), yaitu surat yang
digunakan ketika seseorang membutuhkan dana dalam jumlah yang besar selama
dalam perjalanan, biasa digunakan untuk pembayaran bisnis dalam jumlah besar.
· Credit card (kartu kredit), yaitu kartu
yang diterbitkan suatu bank, di mana bank penerbit kartu kredit tersebut
meminjamkan uang kepada konsumennya. Dapat digunakan untuk pembayaran kredit
ataupun ketika memerlukan uang tunai.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perjalanan bisnis adalah perjalaan ke
suatu tempat kerja yang berbeda yang ditentukan oleh perusahaan. Perjalanan
bisnis berbeda dengan perjalanan biasanya. Peran administrasi kantor atau
seorang sekretaris sangat penting, Karena dengan adanya administrasi atau
sekretaris yang memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang semua hal yang
berkaitan dengan perjalanan bisnis, maka perjalanan bisnis dapat berjalan
sesuai prosedur yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar